Tunas Indonesia Jepang "Bersama Kita Bisa"


Alhamdulillah, sudah dua bulan 16 hari saya menginjakkan kaki di Jepang, sedikit demi pelajaran berharga mulai saya peroleh di waktu yang masih seumur jagung. Saya berkesampatan membantu Tunas Indonesia Jepang (TIJ). Buat saya, ini kesempatan langka. Saya bisa turut berkontribusi untuk adik-adik saya yang ada di Indonesia. Mengingat kembali masa-masa SMA, walau tidak berlebih tapi saya tidak pernah memikirkan biaya sekolah. Ada orang tua yang saya selalu siap sedia untuk keperluan sekolah dan les, yang saya bebas tunjuk. 

Tapi begitu saya bergabung dengan TIJ dan melihat pejuang-pejuang muda yang memperoleh beasiswa dari TIJ, saya tersadar segala kesulitan yang selama ini rasakan belumlah seberapa. Mereka pejuang muda yang luar biasa. Apalagi saat saya mendengar alumni penerima beasiswa TIJ berhasil memperoleh beasiswa ke luar negeri. Tiba-tiba saya terpikir, untuk mereka bisa meraih mimpi dan mengalahkan segala keterbatasan yang ada. Sementara saya di Jepang, saya memperoleh beasiswa dengan nominal yang lebih dari cukup dan saya hanya harus berjuang melawan kemalasan saya. Astagfirullah!!

Saya semakin terkagum ketika membaca karya cipta dan mimpi mereka. Sementara saya, yang ada dalam pikiran saya cuma “lulus kuliah” sungguh visioner para pejuang muda ini. Hidup yang begitu berat menguatkan mereka, mengasah visi mereka! sungguh saya tersentak dan berkata pada diri saya sendiri “hey Yuni wake up and sharp your dream”! Saat saya menulis ini tiba-tiba saya terlintas dalam pikiran saya oh kalau bukan karena semangat ingin merubah nasib mungkin sudah menyerah para pejuang muda ini!

Saya ucapkan selamat berjuang para pahlawan muda, terima kasih atas begitu banyak pelajaran berharga dari kalian! Saya berbangga berkesempatan belajar bersama di TIJ bersama kalian! Saya percaya kalian BISA mewujudkan mimpi-mimpi kalian!  Tetap semangat, karena kalian adalah pejuang muda! Teriring doa untuk kalian, semoga Allah memudahkan segala usaha dan ikhtiar kalian. Berdoa sebelum berjuang dan terus belajar.


Penulis : Yuniasih Purwanti








0 Comments